Bandar Lampung – PT Jasa Raharja (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pelayanan Samsat melalui penguatan integrasi data lintas instansi guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Samsat Tahun 2026 di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Selasa (14/7/2026). Rakornas mengusung tema "Sinergi Pelayanan Samsat yang Profesional dalam Mendukung Optimalisasi Penerimaan PKB, BBNKB, PNBP, dan SWDKLLJ, Opsen PKB, serta Opsen BBNKB".
Kegiatan dibuka Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni, dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Direktur Operasional PT Jasa Raharja Ariyandi, Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol. Dedy Suhartono, serta jajaran Bapenda dan pemangku kepentingan Samsat dari seluruh Indonesia.
Muhammad Awaluddin mengungkapkan, hingga Juni 2026 tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor secara nasional masih berada di angka 46,28 persen. Dari sekitar 51,9 juta kendaraan yang telah memasuki masa jatuh tempo pembayaran PKB, baru sekitar 24 juta kendaraan yang memenuhi kewajibannya, sementara sekitar 27 juta kendaraan lainnya masih menunggak.
Menurutnya, transformasi pelayanan Samsat harus berorientasi pada integrasi data lintas instansi dengan memanfaatkan big data. Langkah tersebut dinilai mampu menghasilkan analisis yang lebih komprehensif sehingga strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak dapat disusun sesuai karakteristik masing-masing daerah.
"Kolaborasi antarlembaga perlu ditingkatkan menjadi orkestrasi berbasis data agar setiap kebijakan lebih adaptif terhadap kondisi daerah serta menghadirkan pelayanan Samsat yang semakin mudah, cepat, dan memberikan kepastian kepada masyarakat," ujar Awaluddin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni menegaskan Rakornas Samsat 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kemendagri, Korlantas Polri, PT Jasa Raharja, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan mengoptimalkan penerimaan daerah.
Ia menekankan bahwa pelayanan Samsat harus terus bertransformasi melalui penguatan sinergi, inovasi, dan kolaborasi agar mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan daerah.
Sebagai bagian dari Tim Pembina Samsat Nasional, PT Jasa Raharja berkomitmen terus mendukung pengembangan ekosistem Samsat modern melalui integrasi data, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan kolaborasi lintas instansi. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mengoptimalkan penerimaan PKB, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), SWDKLLJ, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Posting Komentar