Palu - Masyarakat lingkar tambang Poboya kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PT Citra Palu Minerals (CPM) di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (12/2/2026) Massa aksi tampak mengenakan siga merah sebagai identitas perjuangan mereka.
Aksi sempat memanas ketika terjadi dorong-dorongan antara pengunjuk rasa dan pihak keamanan perusahaan yang berjaga di depan pagar kantor PT CPM. Namun, ketegangan tidak berlangsung lama setelah massa diarahkan untuk melanjutkan orasi secara tertib.
Koordinator aksi, Amir Sidik, menyampaikan bahwa demonstrasi ini dilakukan untuk menagih komitmen PT CPM terkait penciutan wilayah kontrak karya (KK). Warga menilai sebagian lahan yang masuk dalam konsesi perusahaan seharusnya dapat dikelola oleh masyarakat setempat.
Ia menyebut ada tiga tuntutan utama yang disuarakan massa:
Meminta PT CPM memperkecil wilayah kontrak karya sehingga sebagian area dapat dikelola langsung oleh masyarakat lokal.
Mendesak pencabutan laporan polisi terhadap warga yang dituduh melakukan aktivitas tambang ilegal di dalam kawasan konsesi.
Meminta perusahaan memberi ruang bagi penambang lokal untuk tetap bekerja hingga ada kesepakatan legal yang jelas antara masyarakat dan perusahaan.
Amir menambahkan bahwa warga sebelumnya merasa takut beraktivitas karena keberadaan aparat keamanan di sekitar lokasi tambang. Meski demikian, ia menyebut sudah terdapat respons awal dari pihak perusahaan mengenai kemungkinan penerapan skema joint operation (JO) dengan masyarakat.

Posting Komentar