Menuju “The Big Game”, PPAKN Sulteng Matangkan Kontes Ayam Laga Non-Judi

Palu – Setelah vakum selama dua tahun, Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) kembali mengaktifkan kegiatan kontes ayam laga di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pengurus Pusat PPAKN resmi menunjuk Herman Adyana Saputra, SH sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PPAKN Sulteng. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 002/92-26/DPP/PPAKN yang diterbitkan di Jakarta pada 2 Februari 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Umum Jendry Nender, S.Kom.

Herman menjelaskan, setelah menerima mandat, pihaknya langsung bergerak melengkapi legalitas organisasi. PPAKN Sulteng telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulteng dengan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Keberadaan Organisasi Nomor 220/01444/BID. IV BKBPD/2026 tertanggal 12 Februari 2026.

“Seluruh legalitas organisasi telah kami lengkapi, mulai dari akta notaris kelembagaan, keputusan Kemenkumham, hingga NPWP organisasi,” ujar Herman, Minggu (29/3).

Saat ini, PPAKN Sulteng mulai melakukan sosialisasi kepada komunitas terkait rencana pelaksanaan kontes ayam laga yang mengedepankan prinsip non-judi.

Menurut Herman, kegiatan serupa sebelumnya rutin digelar pada periode 2021 hingga 2023. Namun, pada 2024 sempat dihentikan akibat restrukturisasi kepengurusan di tingkat pusat dan daerah.

“Di tahun 2026 ini, seluruh struktur sudah rampung, sehingga kegiatan kembali kami jalankan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kontes ayam laga yang diselenggarakan PPAKN tidak berkaitan dengan praktik perjudian. Seluruh aktivitas yang mengarah pada judi dilarang dalam setiap kegiatan.

“Kontes ini murni sebagai ajang pencarian bakat ayam laga. Prestasi sangat ditentukan oleh kualitas pelatihan dari para peternak,” tegasnya.

Selain itu, kontes di tingkat daerah juga menjadi tahapan awal bagi ayam-ayam unggulan untuk melaju ke ajang nasional hingga internasional.

“Ini sekaligus menjadi tolok ukur profesionalisme peternak ayam laga di Sulteng,” tambahnya.

Sebagai bagian dari persiapan, PPAKN Sulteng telah menggelar Latihan Prestasi (Latpres) internal di sekretariat mereka pada Minggu (29/3). Kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi peserta bahwa kontes ayam laga tidak identik dengan perjudian.

“Kami berupaya meminimalisir potensi peredaran uang judi. Harapannya, Latpres ini membawa energi positif untuk pelaksanaan event ke depan,” ujarnya.

Ke depan, PPAKN Sulteng merencanakan event bertajuk “The Big Game” setelah rangkaian Latpres selesai dilaksanakan. Dalam kegiatan tersebut, panitia akan menerapkan aturan ketat, termasuk penggunaan pelindung pada taji ayam serta pengawasan oleh wasit dan juri profesional.

“Seluruh mekanisme penilaian dan jalannya kontes akan dikontrol untuk menjamin keamanan serta sportivitas,” pungkas Herman.

Sebagai bentuk dukungan kepada peserta, panitia juga akan memberikan hadiah berupa piala, piagam, serta uang pembinaan bagi para peternak untuk terus mengembangkan kualitas ayam laga mereka.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

أحدث أقدم