Kadis Pendidikan Perkuat Mitigasi Bencana, Sekolah Gelar Simulasi Rutin Tiap Bulan

Palu _ Pendidikan mitigasi bencana di sekolah kini semakin diperkuat melalui integrasi dalam berbagai aspek pembelajaran. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan yang menegaskan bahwa penerapan mitigasi bencana tidak hanya masuk dalam kurikulum, tetapi juga diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan di lingkungan sekolah.

Kebijakan ini dinilai sejalan dengan Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mengatur penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan, khususnya di wilayah terdampak bencana. Dalam SE tersebut, sekolah didorong untuk mengintegrasikan materi keselamatan, kesehatan, dan mitigasi bencana dalam proses pembelajaran.

“Kita sudah menerapkan integrasi pembelajaran, baik dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, maupun pembiasaan. Jadi mitigasi bencana ini menjadi bagian dari keseharian di sekolah,” ujar Kadis.

Salah satu implementasi konkret adalah pelaksanaan simulasi mitigasi bencana secara rutin setiap tanggal 17 setiap bulan. Kegiatan ini meliputi penentuan titik kumpul, pembunyian sirene, serta latihan evakuasi yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain simulasi, sekolah juga menjalin kolaborasi dalam pelatihan kebencanaan dan penanggulangan kebakaran. Program ini telah diterapkan di sejumlah sekolah sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan peserta didik.

Lebih lanjut, Dinas Pendidikan juga bekerja sama dengan Balai Pengendalian untuk memberikan pelatihan langsung kepada siswa. Hingga saat ini, sekitar 3.000 siswa tingkat sekolah dasar (SD) telah mendapatkan pelatihan mitigasi bencana.

Program tersebut masih akan terus berlanjut sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan pendidikan. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk implementasi nyata dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan menghadapi potensi bencana.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama