PALU – Terbukanya penerbangan langsung Palu–Guangzhou melalui China Southern Airlines menjadi peluang besar bagi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah menyambut positif konektivitas tersebut. Menurutnya, terbukanya akses langsung dari Tiongkok membuat Sulteng harus mulai mempersiapkan diri sebagai destinasi wisata berskala internasional.
“Sulawesi Tengah harus mempersiapkan diri untuk menjadi destinasi berskala internasional, karena pintu masuknya sudah terbuka untuk akses wisata,” ujarnya.
Ia mengatakan, Dinas Pariwisata mulai berkoordinasi dengan ASITA dan PHRI untuk menyiapkan paket wisata yang menyasar wisatawan asal Tiongkok. Paket tersebut akan mencakup destinasi di Kota Palu hingga daerah lain, termasuk konsep perjalanan satu hari ke Parigi.
“Makanya kami sudah melakukan pertemuan dengan mitra-mitra kami, baik dari PHRI maupun hotel. Kami juga bekerja sama dengan mitra dari ASITA untuk membuat paket-paket wisata,” katanya.
Menurutnya, dampak penerbangan internasional tidak hanya pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga menggerakkan perhotelan, biro perjalanan, restoran, transportasi dan ekonomi masyarakat.
Sejumlah wisatawan yang datang melalui penerbangan tersebut bahkan disebut telah merencanakan menginap di hotel-hotel di Sulteng sebelum melanjutkan perjalanan ke Morowali.
“Sudah ada yang menginap nanti di hotel-hotel yang ada di Sulawesi Tengah sebelum mereka berangkat ke Morowali. Artinya, ini akan menghidupkan sektor pariwisata,” jelasnya.
Ia optimistis kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat. “Peningkatan wisatawan? Pasti, sudah pasti,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido, saat menyambut penerbangan perdana China Southern Airlines di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Selasa (11/8), berharap rute Palu–Guangzhou dapat terus dipertahankan dan frekuensinya meningkat.
Dari sekitar 200 kursi penerbangan perdana, sebanyak 176 kursi terisi. Pemprov Sulteng juga menargetkan frekuensi penerbangan bertambah menjadi dua kali sepekan mulai September.
Kadis Pariwisata berharap konektivitas tersebut dapat berkelanjutan dan ke depan membuka peluang penerbangan internasional dari negara lainnya.
“Jalur ini kita bisa bekerja sama terus supaya jalur ini bisa sustain, terus berlanjut, bahkan nanti bisa membuka akses internasional dari pintu lain,” pungkasnya.



إرسال تعليق