Jelang Mudik 2026, Jasa Raharja Dorong Zero Pending Claim dan Penguatan Keselamatan di Pelabuhan

Mengantisipasi pergerakan jutaan pemudik Idulfitri 2026, sejumlah pemangku kepentingan melakukan survei menyeluruh terhadap kesiapan pelabuhan penyeberangan Merak–Bakauheni. Kegiatan ini dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum., serta diikuti oleh Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Direktur Operasional Ariyandi, bersama para stakeholder terkait.

Survei dimulai melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Jakarta menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setelah itu, rombongan melakukan peninjauan langsung di sejumlah titik penting, yaitu Pelabuhan BBJ Muara Pilu, Pelabuhan WIKA Beton, Pelabuhan Indah Kiat Banten, Pelabuhan BBJ Bojonegoro, hingga Pelabuhan Pelindo Ciwandan.

Keterlibatan Jasa Raharja dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan sistem transportasi nasional, khususnya di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni yang menjadi salah satu rute terpadat selama arus mudik dan balik Idulfitri.

Kesiapan Pelabuhan Mengalami Peningkatan

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menilai bahwa kesiapan pelabuhan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Satu hari penuh hari ini kita bersama seluruh stakeholder melakukan survei dari udara hingga peninjauan langsung di lapangan. Kesiapan pelabuhan cukup baik, bahkan ada penambahan satu pelabuhan Sumur Makmur Abadi di Lampung. Sementara di Pelabuhan BBJ dan Ciwandan ada penambahan fasilitas sandar dan armada kapal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh persiapan akan terus dievaluasi guna mewujudkan tagline ‘Mudik Aman, Warga Bahagia’ sesuai arahan Kapolri. “Semua pihak hadir untuk memastikan bahwa berangkat aman, perjalanan aman, dan kembali pun aman serta selamat di jalan.”

Tiga Fokus Utama Jasa Raharja di Operasi Ketupat 2026

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa Jasa Raharja menetapkan tiga fokus utama dalam Operasi Ketupat 2026.

“Pertama, kami memastikan seluruh pelintas mudik Lebaran 2026 terlindungi dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Kedua, kami memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan fatalitas kecelakaan. Ketiga, kami memastikan kecepatan respons dalam penanganan santunan,” jelasnya.

Awaluddin juga menegaskan bahwa sepanjang periode Angkutan Lebaran tahun ini, Jasa Raharja menjalankan program Zero Pending Claim, yaitu memastikan tidak ada klaim santunan yang tertunda.

“Negara hadir bukan hanya memberikan jaminan perlindungan, tetapi juga memastikan keselamatan bagi masyarakat,” tambahnya.

Lonjakan Volume Pemudik Menjadi Perhatian

Data pada masa mudik sebelumnya menunjukkan bahwa volume kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan mencapai lebih dari 100 ribu unit. Hal ini menjadi perhatian seluruh stakeholder, termasuk petugas Jasa Raharja yang bersiaga di titik-titik strategis untuk memperkuat pelayanan publik dan memastikan akses terhadap asuransi kecelakaan berjalan cepat dan tepat.

Kolaborasi untuk Kelancaran dan Keamanan Mudik

Seluruh pihak dalam survei ini memastikan kesiapan infrastruktur, manajemen rekayasa lalu lintas, ketersediaan armada kapal, serta fasilitas sandar untuk menghadapi lonjakan pemudik. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menekan potensi kepadatan dan risiko kecelakaan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat selama menjalankan tradisi mudik Idulfitri.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama