Parigi Moutong – Dua nelayan asal Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, dilaporkan mengalami kecelakaan laut saat melaut di perairan Teluk Tomini. Tim gabungan saat ini masih melakukan upaya penanganan setelah keduanya ditemukan oleh nelayan lain di laut.
Berdasarkan laporan awal Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong, kejadian bermula pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WITA. Kedua nelayan tersebut berangkat melaut menggunakan perahu jenis katinting untuk mencari ikan dengan perkiraan jarak tempuh sekitar empat jam dari daratan.
Menurut kebiasaan, keduanya hanya melaut selama satu malam dan biasanya kembali ke darat pada keesokan paginya. Namun hingga Jumat, 13 Maret 2026, keduanya belum kembali sehingga keluarga dan pemerintah setempat melakukan pencarian secara mandiri.
Kepala BPBD Kabupaten Parigi Moutong menjelaskan bahwa setelah pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Parigi untuk dilakukan operasi pencarian oleh tim gabungan.
“Informasi yang diperoleh, perahu yang digunakan korban dilaporkan pecah di tengah laut sehingga keduanya sempat bertahan dengan mengapung menggunakan gabus,” ujarnya.
Beberapa waktu kemudian, kedua korban ditemukan oleh nelayan lain di laut dan informasi tersebut langsung dilaporkan ke Pos SAR Parigi. Dalam kondisi tersebut, salah satu korban diketahui mengalami luka akibat gigitan ikan.
Korban yang mengalami luka gigitan tersebut kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Adapun identitas kedua korban yakni Gilang (21) dan Agil (19), keduanya merupakan warga RT 12 RW 06 Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.
Dalam penanganan kejadian ini, tim gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, TRC BPBD, keluarga korban, serta masyarakat nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian dan evakuasi.


إرسال تعليق