Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Fokus Penguatan di Sulteng

Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, di Kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (10/7).

Dalam kesempatan tersebut, Reny menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, baik melalui upaya pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat sekitar 696 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tengah. Sementara hingga pertengahan 2026, jumlah laporan telah mencapai sekitar 600 kasus. Menurutnya, tidak semua kasus dapat dipublikasikan karena menyangkut kerahasiaan dan proses pemulihan korban.

Reny juga menyampaikan bahwa Program Berani Sehat tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis melalui JKN, tetapi juga menanggung biaya layanan yang belum dicover BPJS, seperti visum et repertum dan penanganan korban kekerasan. Hingga awal Juli 2026, program tersebut telah melayani sekitar 183 ribu warga, termasuk sekitar 1.800 layanan non-JKN yang dibiayai pemerintah daerah.

Selain itu, Pemprov Sulteng berharap Kementerian PPPA terus memberikan pendampingan dalam penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak, termasuk dukungan peningkatan sarana dan prasarana UPTD PPA.

Kunjungan kerja Wamen PPPA diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Sulawesi Tengah.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

أحدث أقدم