Pasien Meninggal Usai Operasi Amandel, Komnas HAM Sulteng Kerahkan Tim Investigasi

Palu, 1 Maret 2026 – Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah menerjunkan Tim Pemantauan dan Investigasi ke RSUD Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara. Langkah ini diambil menyusul laporan dugaan malpraktik atas meninggalnya seorang pasien setelah menjalani operasi amandel yang semestinya merupakan tindakan medis rutin.

Perwakilan Komnas HAM menegaskan bahwa kematian dalam fasilitas kesehatan publik merupakan indikasi serius potensi pelanggaran hak atas hidup dan hak atas kesehatan, sehingga membutuhkan klarifikasi transparan dan investigasi menyeluruh.

Mandat Investigasi: Mengungkap Kebenaran Materiil

Tim investigasi diberi mandat untuk menggali fakta lapangan secara komprehensif.

Audit Prosedur

Tim akan menelusuri kepatuhan terhadap SOP tindakan medis, mulai dari tahapan pra-operasi, proses operasi, hingga perawatan pasca-tindakan.

Klarifikasi Manajemen

Komnas HAM dijadwalkan meminta keterangan dari:

  • Direksi RSUD Kolonodale
  • Tim medis yang menangani operasi
  • Dinas Kesehatan Morowali Utara
  • Pemerintah Kabupaten Morowali Utara
  • Pendampingan Keluarga

Tim juga akan bertemu keluarga korban untuk memastikan mereka memperoleh informasi medis yang jujur serta hak-hak sebagai ahli waris dijamin sepenuhnya.

 Morowali Utara dalam Sorotan: Kualitas Layanan Kesehatan Diuji

Insiden tragis ini terjadi saat layanan kesehatan di Morowali Utara sedang menghadapi tekanan berat.

Beban Kesehatan Tinggi

Awal 2026, wilayah ini mencatat 12.431 kasus ISPA, salah satunya dipicu oleh meningkatnya aktivitas industri. Dengan situasi tersebut, RSUD Kolonodale diharapkan dapat menjadi garda terakhir pelayanan kesehatan yang aman.

Tuntutan Akuntabilitas Publik

Sebagai institusi negara, setiap kegagalan medis yang berujung kematian harus diaudit secara independen demi mencegah kejadian serupa dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

3. Peringatan Terhadap Potensi Impunitas Medis

Komnas HAM menegaskan bahwa seluruh pihak harus kooperatif dan tidak menghalangi jalannya investigasi.

Hak atas Rekam Medis

Keluarga korban berhak menerima resume medis. Komnas HAM memastikan tidak ada manipulasi pada data medis yang diserahkan.

Potensi Sanksi

Jika ditemukan unsur kelalaian, Komnas HAM akan merekomendasikan sanksi administratif hingga mendorong proses hukum ke Polres Morowali Utara dan Polda Sulawesi Tengah.

DESAKAN KOMNAS HAM SULTENG

Pemerintah Kabupaten Morowali Utara

Diminta mendukung penuh proses investigasi, memberikan jaminan keamanan bagi saksi, dan mempertimbangkan kondisi keluarga korban.

Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sulawesi Tengah (IDI Sulteng)

Didorong segera melakukan audit etik untuk menjaga marwah profesi kedokteran.

Masyarakat

Komnas HAM membuka kanal pengaduan bagi warga yang mengalami layanan kesehatan tidak manusiawi atau membahayakan di Morowali Utara.

Pernyataan Tegas Komnas HAM

“Nyawa manusia tidak boleh dianggap sebagai risiko statistik semata. Tim kami turun ke Kolonodale untuk memastikan bahwa hak untuk hidup tetap menjadi prioritas tertinggi. Jika ada kesalahan, harus ada pihak yang bertanggung jawab demi keadilan bagi almarhum dan keluarganya,”ujar Livand Breemer, Kepala Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

أحدث أقدم